Connect with us

Hi, what are you looking for?

Informasi

6 Spesifikasi Teknis Geotextile dan Aplikasi Material Geotextile Terbaik

spesifikasi teknis geotextile
maxtulsa.com

Geotextile merupakan suatu jenis geosintetik yang kerap digunakan pada berbagai jenis proyek besar, terutama proyek-proyek yang melibatkan perkuatan tanah. Geosintetik adalah material buatan manusia yang terbuat dari polimer dan digunakan untuk keperluan proyek yang ada kaitannya dengan batu dan tanah. Nah, jika sebelumnya kita sering membahas jenis, aplikasi, dan fungsi geotextile, pada kesempatan ini kita akan membahas seputar spesifikasi teknis geotextile, khususnya pada berbagai proyek yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita. 

Spesifikasi Teknis Geotextile (Woven dan Non-Woven)

Spesifikasi Teknis Geotextile
Sumber gambar: https://www.sovchem.co.uk/

Secara umum, produk geotextile ada dua jenis, yaitu geotextile woven dan geotextile non-woven. Keduanya memiliki ciri dan spesifik yang berbeda. Perbedaan dua poin inilah yang nantinya membedakan kedua jenis geotextile dalam hal aplikasi. Untuk mengetahui detail spesifikasi teknis geotextile, baik geotextile jenis woven maupun geotextile jenis non-woven, berikut penjelasannya. 

Geotextile Non-Woven

Ada beberapa spesifikasi teknis yang dapat Anda identifikasi ketika Anda akan membeli material geotextile non-woven. Spesifikasi ini harus benar-benar Anda perhatikan. Apalagi ketika Anda akan mulai mengaplikasikan cara pemasangan geotextile nonwoven secara benar. Berikut informasi detailnya. 

Gramasi

Spesifikasi teknis Geotextile pertama yang akan dibahas adalah tentang gramasi pada material geotextile nonwoven. Idealnya, gramasi pada jenis geotextile antara 150 hingga 700 gram per meter persegi. Semakin berat gramasi selembar material geotextile, biasanya akan semakin tebal.

Kuat Tensil

Spesifikasi teknis Geotextile kedua yang juga wajib diperhatikan ketika akan memilih material geotextile non-woven adalah kualitas kekuatan tensil. Ada standard tersendiri untuk perkuatan tensil. Standar ini harus sesuai dengan standard pengujian ASTM.  Idealnya, kekuatan tensil pada geotextile nonwoven adalah 13,9 kN per meter dan 3 kN per meter.

Elongasi

Material geotextile nonwoven sebaiknya juga mempunyai standard elongasi yang telah sesuai dengan pengujian ASTM. Tak hanya itu, geotextile nonwoven yang berkualitas harus memiliki spesifikasi teknis Geotextile yang sesuai dengan pengujian ASTM. Ada beberapa poin yang wajin diuji, misal kuat tusuk, kuat jebol, dan kuat sobek.

Kuat Tusuk  & Kuat Jebol

Kuat tusuk, salah satu spesifikasi teknis geotextile, adalah kemampuan di mana material geotextile nonwoven menahan tusukan dari material atau benda-benda lainnya saat geotextile diaplikasikan. Sama seperti poin kuat tusuk, kuat jebol di sini juga sebaiknya sesuai dengan standard pengujian. Semakin kuat material geotextile nonwoven dalam menahan beban (tidak jebol), artinya jenis material geosintetis ini memiliki kualitas kekuatan yang baik. 

Kuat Sobek

Demikian juga dengan spesifikasi teknis geotextile dalam hal kekuatan material terhadap risiko kerusakan akibat sobek. Ada standard tersendiri untuk poin yang satu ini. Material geotextile nonwoven yang tak mudah sobek artinya memiliki kualitas yang baik. 

Spesifikasi teknis geotextile di atas nantinya akan menentukan standard kelas material geotextile. Terdapat 3 kelas yang ditetapkan oleh pihak otoritas kita, tepatnya Departemen Pekerjaan Umum. Kelas geotextile non-woven yang telah diputuskan oleh departemen tersebut antara lain geotextile nonwoven kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. 

Tidak ada kriteria khusus sebuah material geotextile nonwoven dikategorikan kedalam salah satu dari 3 kelas di atas. Namun ajaibnya, sebagian besar penjual geotextile akan langsung mengerti ketika ada yang membeli material geotextile kelas 1, 2, atau kelas 3. 

Spesifikasi Teknis Material Geotextile Woven

Tak beda jauh dengan pembahasan sebelumnya, material geotextile woven juga memiliki spesifikasi teknis geotextile dengan poin-poin yang serupa. Spesifikasi ini meliputi gramasi, kuat tensil, Elongasi, kuat tusuk, kuat jebol, dan kuat sobek. 

Gramasi

Pada material geotextile woven, terdapat 3 pilihan spesifikasi teknis gramasi, yaitu gramasi 150 gram, 200 gram, dan 250 gram. Masing-masing gramasi ini tentu berpengaruh pada tingkat ketebalan material geotextile woven. Semakin tebal material geotextile woven, semakin baik kualitasnya. Sebab, ketebalan matarial geotextile woven ini nantinya akan berpengaruh pada spesifikasi teknis geotextile lainnya, seperti kualitas kua sobek, kuat jebol, dan kuat tusuk. 

Kuat Tensil

Kuat tensil adalah kekuatan tegangan maksimum yang dapat ditahan oleh material geotextile  ketika ditarik atau direnggangkan kuat-kuat. Material geosintetis ini dapat merenggang alias bersifat elastis. Semakin kuat tensial sebuah material geotextile woven, artinya material tersebut adalah material yang berkualitas. 

Sebuah material geotextile woven dikatakan berkualitas baik apabila material tersebut memiliki spesifikasi teknis geotextile kuat tensil yang sesuai dengan standard pengujian ASTM.

Elongasi

Elongasi merupakan level ketahanan pada suatu material geotextile terhadap risiko putus ketika bahan diregangkan dengan maksimal. Ada sebagian ahli geoteknik yang mengatakan bahwa tingkat elongasi sebenarnya tidak menjadi suatu hal yang penting. Tidak ada standard yang pasti kapan harus menggunakan standard elongasi yang kecil dan kapan harus menggunakan standard elongasi yang besar. 

Yang jauh lebih penting ketika memilih material geotextile woven adalah spesifikasi kuat tarik dan fungsi khusus yang nantinya akan berujung pada murah-mahalnya suatu material geotextile. Masih menurut pendapat sejumlah ahli geoteknik, material geotextile woven berbahan HDPE (misal pada bahan terpal tenda), memang harganya cukup murah. Sayangnya bahan ini tidak tahan lama. 

Berbeda dengan material geotextile woven yang berbahan polyester. Jenis geotextile yang satu ini memang dari segi harga lebih mahal, namun memiliki spesifikasi teknis geotextile kuat tarik yang tinggi. Oleh karena itu, penting rasanya untuk mengetahui fungsi utama material geotextile sebelum membelinya. 

Kuat Tusuk

Material geotextile woven diklaim memiliki level kuat tusuk yang jauh lebih baik daripada material geotextile nonwoven. Oleh karenanya, material ini bisa lebih awet alias tahan lama meski sudah diaplikasikan hingga puluhan tahun. Banyak ahli geoteknik yang kemudian merekomendasikan material geosintetik ini sebagai material wajib untuk digunakan pada proyek-proyek besar yang membutuhkan perkuatan tanah. Alasannya adalah karena fungsi geosintetik untuk perkuatan tanah ini sangat signifikan.

Kuat Jebol

Tak hanya Kuat Tusuk,  Elongasi, dan gramasi saja yang menjadi poin penting untuk Anda perhatikan sebelum membeli material geotextile. Spesifikasi teknis geotextile – kuat jebol juga tak kalah pentingnya. Spesifikasi yang satu ini nantinya akan berpengaruh pada kualitas ketahanan suatu material geotextile woven terhadap berbagai benda atau material dalam lapisan tanah yang berpotensi dapat membuat material geotextile tersebut jebol.

Logikanya, material geotextile woven yang kualitasnya kurang bagus biasanya akan cenderung tidak tahan lama dan mudah jebol. Ada cukup banyak faktor yang menyebabkan material geotextile woven mudah jebol. Sebut saja material geotextile berbahan selain woven. Contoh penyebab lainnya yaitu faktor bahan yang tipis alias spesifikasi teknis gramasinya kecil sehingga material mudah sobek. 

Kuat Sobek

Tak jauh beda dengan Kuat Jebol, spesifikasi teknis kuat sobek pada material geotextile woven pastinya juga harus sesuai dengan standard pengujian ASMT. Apabila tidak sesuai dengan standard, besar risikonya material geosintetis ini akan mudah sobek dan rusak. Perkuatan tanah pun tidak akan maksimal.

Baca juga: 6 Jenis Geosintetik Terbaik Untuk Proyek Konstruksi

Keuntungan Mengaplikasikan Material Geotextile

Setelah mengetahui spesifikasi teknis geotextile woven dan nonwoven, kini saatnya Anda simak beberapa keuntungan menggunakan material geosintetis ini. Secara umum, ada beberapa keuntungan dari menggunakan material geotextile, yaitu:

  • Menghemat biaya 
  • Mencegah adanya kontaminasi subbase dan agregat base yang berasal dari tanah dasar yang bersifat lunak dan labil
  • Mampu mengurangi level ketebalan galian jenis stripping
  • Meminimalisir pekerjaan yang ada kaitannya dengan persiapan penggalian untuk kepentingan suatu proyek
  • Menjadikan tanah timbunan kuat
  • Dapat mengurangi deformasi dan penurunan yang tidak merata pada struktur yang sudah jadi sebelumnya.

Tips Memilih Material Geotextile Woven dan Nonwoven Berkualitas

Selain pertimbangan spesifikasi teknis geotextile, ada beberapa faktor lainnya yang wajib Anda perhatikan. Berikut beberapa tips memilih material geotextile yang berkualitas:

  • Pilih material geotextile yang Anda butuhkan. Pastikan memilih produk geotextile yang sesuai dengan fungsinya. Tentukan juga jenis material geotextile yang akan Anda pilih; apakah geotextile woven dan geotextile nonwoven
  • Pastikan material geotextile yang akan Anda beli memiliki spesifikasi teknis regangan yang kuat. Produk geotextile semacam ini memang dibutuhkan untuk mencegah risiko deformasi yang umumnya terjadi pada konstruksi perkuatan. Dengan mempertimbangkan spesifikasi ini, risiko deformasi pun akan kecil
  • Perhatikan juga faktor kemampuan menahan beban pada material geotextile yang akan digunakan. Logikanya begini, beban urugan yang besar memerlukan perkuatan yang besar pula. Kekuatan tensil pun wajib besar agar material geotextile mampu menahan beban yang super-berat
  • Jangan lupa untuk memperhatikan faktor eksternal alias hal-hal di luar dari material geoetxtile ini sendiri. Misalnya saja faktor cuaca, tingkat asam dan basa, air laut, dan mikro organisme. Faktor-faktor ini tentu lambat laun akan menurunkan kualitas produk material geotextile yang dipasang
  • Pastikan bahwa material timbunan yang Anda gunakan adalah material yang tepat. Akan jauh lebih baik lagi jika Anda memilih material timbunan yang tepat dan ‘aman’ bagi lapisan perkuatan. 

Langkah-Langkah  Pemasangan Material Geotextile

Ada beberapa langkah pemasangan geotextile woven dan nonwoven untuk sebuah proyek konstruksi, terutama proyek pembuatan jalan. Berikut ulasannya.

Pemasangan Lapisan Tanah Dasar (Subgrade)

Ada dua step yang wajib Anda lakukan pada tahap pemasangan lapisan tanah dasar alias subgrade. Pertama, bersihkan lokasi dari berbagai jenis material atau benda yang bersifat tajam dan dapat berpotensi menghambat proses pembuatan subgrade

Kedua, ganti lapisan tanah dasar yang labil atau lunak dengan material timbunan yang lebih stabil dan keras. Ketiga, padatkan material timbunan ini dengan menggunakan alat pemadat khusus. 

Pemasangan Geotextile dan Proses Penyambungannya

Nah, pada proses pemasangan geotextile, cara pemasangannya senndiri sangat mudah, yaitu dengan cara menggelarnya saja layaknya Anda menggelar sebuah tikar. Pastikan Anda menggelar lembaran geotextile ini dengan benar, tanpa gelombang ataupun kerutan. 

Khusus pada area yang luas, Anda bebas memasang lembaran geotextile ini; membujur atau melintang sama saja. Anda boleh memotong bagian geotextile apabila memungkinkan. Pemotongan boleh dilakukan di lokasi yang mungkin akan sulit dipotong ketika geotextile sudah terpasang. 

Pada tahap penyambungan geotextile, penyambungan antar lembaran geotextile yang satu dengan lembaran geotextile lainnya dapat dilakukan dengan menempatkan ujung kedua lembaran geotextile secara overlap alias saling melewati. Bisa juga dengan cara dijahit. 

Khusus penyambungan dengan teknik overlap, jarak overlap sebaiknya antara 30 hingga 100 cm. Tapi ingat, jarak overlap sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lapisan dasar tanah alias subgrade. Sedang penyambungan geotextile dengan teknik jahit dapat dilakukan dengan menggunakan mesin jahit portable yang mudah dibawa ke lapangan. 

Pemasangan Agregat dan Pemadatan Agregat

Setelah tahap penyambungan geotextile telah selesai, langkah selanjutnya yaitu pemasangan material agregat. Setelah material agregat telah terpasang, lalu dipadatkan agar stabil dan kuat. Proses pemadatan dilakukan dengan bantuan alat berat seperti mesin vibrator roller dan mesin gilig. 

Baca Juga: 3 Keuntungan Geosintetik Untuk Hasil Proyek Konstruksi Terbaik

You May Also Like

Bisnis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Politik

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Politik

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa.

Bisnis

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.