Connect with us

Hi, what are you looking for?

Informasi

4 Fungsi Geotextile paling Efektif dan Jenisnya

fungsi geotextile
news.indotrading.com

Istilah geotextile pastinya sangat familiar di telinga Anda yang kesehariannya bekerja di bidang geoteknik. Namun bagi masyarakat lainnya, istilah ini mungkin terdengar awam atau bahkan ada yang tidak mengetahui sama sekali apa itu geotextile dan apa saja fungsi geotextile. 

Geotextile adalah salah satu jenis material geosintetik yang biasa kita kita jumpai di proyek-proyek konstruksi atau proyek besar lainnya yang berkaitan dengan tanah atau batu. Material ini laris manis di Indonesia mengingat kondisi geografis negara kita yang sebagian besar tanahnya berupa tanah lunak dan labil. 

Aplikasi material geosintetik ini memang terbukti dapat membantu dalam hal perkuatan tanah. Material ini semakin popular penggunaanya dan kerap menjadi alternatif terbaik karena selain efektif, harganya juga relatif murah. Coba kita bandingkan dengan penggunaan bahan beton sebagai material pendukung perkuatan tanah. Selisih harganya sangat jauh. Belum lagi soal efektivitas material beton yang tak setinggi material geotextile. 

Kemudian dari segi kekuatan atau daya tahan. Telah terbukti bahwa material geotextile mempunyai kualitas daya tahan yang sangat tinggi. Bahan polymer-nya menjadikan material perkuatan tanah ini sulit terurai oleh mikro organisme yang ada di dalam tanah.  Alhasil, material perkuatan tanah pun dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Baca juga: 5 Fungsi Geosintetik Untuk Berbagai Proyek Konstruksi

Fungsi Geotextile
Sumber: https://www.primageotex.co.id/

Jenis dan Fungsi Geotextile

Soal jenis, geotextile terbagi menjadi dua jenis, yaitu geotextile woven dan geotextile non-woven. Sedang jika kita membicarakan fungsi geotextile, ada beberapa fungsi bahan geotextile yang telah disesuaikan dengan kondisi tanah dan tujuan penggunaan geotextile. Untuk mengetahui lebih detail soal jenis dan fungsi bahan geotextile, berikut ulasan detailnya.

Jenis Geotextile 

Secara umum, material geotextile ada 3 varian, yaitu geotextile woven, geotextile non-woven, dan geotextile knitted. 

Geotextile Woven

Jenis geotextile yang pertama adalah geotextile woven.  Salah satu jenis material geosintetik adalah berbahan polimer (PP). Namun ada juga beberapa produk geotextile woven yang terbuat dari bahan polyester (PE).  Sebelum kita bahas soal fungsi geotextile woven ini, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu seperti apa sih bentuk geotextile woven ini. 

Secara fisik, geotextile woven memiliki bentuk lembaran-lembaran yang terdiri dari serat-serat yang ditenun dengan menggunakan teknologi canggih. Material geotextile woven ini telah teruji memiliki daya tahan yang sangat tinggi.

Selain fungsi geotextile woven yang begitu signifikan, rupanya material jenis geosintetik ini juga mempunyai lapisan anti ultraviolet plus kekuatan tarik yang sangat tinggi. Tak heran jika banyak ahli geoteknik yang menyarankan untuk menggunakan material ini. 

Geotextile  Nonwoven

Material geotextile nonwoven nama lainnya adalah filter fabric. Kemudian dari segi bentuk, kurang lebih sama dengan bentuk geotextile woven yang berupa lembaran-lembaran. Hanya saja bentuk serat dan fungsi dan cara pemasangan geotextile nonwoven ini berbeda. 

Serat-serat pembentuk geotextile nonwoven ini tidak berbentuk anyaman, melainkan disusun dengan menggunakan teknik needle punch lalu dipanaskan. Bahan dasar pembuatnya juga masih sama, yaitu polypropelene atau polimer polyester.

Geotextile Knitted

Material geotextile yang satu ini terbuat dari serat yang berjumlah banyak lalu dibentuk menjadi serangkaian lubang yang saling berkaitan. Lubang-lubang yang saling terjalin ini lalu membentuk sebuah struktur bidang. 

Fungsi Geotextile Secara Umum

Secara umum, geotextile mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai penyaring, pemisah, stabilisator, dan elemen perkuatan tanah. 

Fungsi Geotextile  Sebagai Penyaring (Filter)

Fungsi geotextile yang pertama adalah sebagai filter. Karena memiliki sifat permeabilitas tinggi, lembaran geotextile mampu meloloskan partikel air, tapi tidak meloloskan partikel tanah. Air yang mengalir biasanya akan membawa bulir-bulir tanah yang sangat kecil. Nah, bulir-bulir tanah ini dapat disaring oleh lapisan geotextile ini.

Fungsi Geotextile  Sebagai Pemisah (Separator)

Fungsi geotextile yang kedua adalah sebagai separator alias pemisah. Fungsi yang satu ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan fungsi geotextile sebagai filter. Karena lembaran geotextile ini mampu memisahkan buliran tanah dari air, lapisan tanah dasar yang lunak tidak akan bercampur dengan lapisan material timbunan yang ada di atasnya. 

Biasanya, tanah dasar yang lunak rawan sekali bergerak naik. Tanpa adanya penggunaan geotextile, tanah lunak akan bercampur dengan lapisan tanah atau material timbunan yang ada di atasnya (lapisan perkerasan). Alhasil, lapisan tanah perkerasan juga rawan mengalami pergerakan akibat teksturnya yang kini melunak.

Fungsi Geotextile  Sebagai Stabilisator 

Fungsi geotextile yang ketiga adalah sebagai stabilisator. Sesuai dengan fungsinya, stabilisator di sini adalah elemen yang dapat membuat lapisan perkuatan menjadi stabil dan ajeg. Hal ini mungkin terjadi karena geotextile mempunyai spesifikasi teknis geotextile kuat tarik yang tinggi.

Berkat kuat tariknya yang tinggi, lapisan geotextile yang telah terpasang mampu menyalurkan berat material yang ada di atasnya secara merata. Lapisan tanah pun akan menjadi kuat meski telah menampung bobot puluhan ton di atasnya (misal bobot alat-alat berat, dll). 

5 Aplikasi Fungsi Geotextile 

Fungsi geotextile sangat beragam dan kita bisa menjumpai wujud aplikasi fungsi material geosintetik ini di berbagai jenis proyek konstruksi seperti konstruksi jalan raya, lahan, pantai, rel kereta api, dan pemeliharaan beton. 

Fungsi Geotextile Pada Konstruksi Jalan

Pada proyek konstruksi jalan, para ahli geoteknik merekomendasikan jenis geotextile nonwoven yang mempunyai spesifikasi teknis kuat tarik yang sangat tinggi. Bahan geotextile pada proyek ini mempunyai peran sebagai separator alias pemisah. Separator ini sangat efektif untuk memisahkan lapisan dasar yang lunak dengan lapisan perkerasan. 

Fungsi Geotextile Pada Konstruksi Lahan

Pada konstruksi lahan, fungsi geotextile akan optimal apabila kita aplikasikan pada lahan hasil reklamasi. Misal, area reklamasi dulunya adalah rawa yang memiliki lapisan tanah dasar yang lunak dan labil. Masih menggunakan material geotextile nonwoven, lapisan geotextile yang kita pasang ini mampu menjadi lapisan pemisah yang mampu mencegah tercampurnya lapisan perkerasan dengan lapisan tanah dasar yang berlumpur. 

Fungsi Geotextile Pada Konstruksi Kawasan Pantai

Nah, pada konstruksi ini, akan jauh lebih baik lagi apabila kita gunakan kombinasi beberapa jenis dan keuntungan geosintetik. Misalnya saja kombinasi geotextile nonwoven dengan tetrapod. Kombinasi ini dapat menjadi komponen penahan erosi yang sangat kuat. Apalagi jika kita tambahkan batu. Fungsi geotextile akan terlihat lebih optimal lagi jika material geotextile ini kita pasang di bagian bawah tetrapod pada pemecah ombak. Material geotextile ini berfungsi sebagai separator sekaligus filter. 

Fungsi Geotextile Pada Proyek Konstruksi Jalur Kereta Api

Jika Anda pernah melihat jalur kereta api, tentu Anda tak asing dengan batu-batu kecil yang ada di sepanjang jalur. Batu-batu kecil ini dinamakan balast. Fungsi geotextile nonwoven pada proyek jalur kereta api ini adalah sebagai pemisah antara lapisan balast dengan lapisan tanah dasar yang rawan bergerak dan labil. Geotextile rupanya sangat efektif untuk memperkuat bidang cor. Perannya hampir sama saja seperti karung goni. 

You May Also Like

Bisnis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Politik

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Politik

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa.

Bisnis

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.