Connect with us

Hi, what are you looking for?

Informasi

Amankah Menggunakan Aluminium Foil untuk Makanan?

Amankah Menggunakan Aluminium Foil Untuk Makanan?

Penggunaan kemasan makanan yang praktis pastinya menjadi salah satu pilihan seseorang untuk membeli makanan tersebut. Dengan kemasan yang praktis, pastinya membuat cara konsumsi maupun cara pengolahannya menjadi lebih sederhana. Salah satu kemasan yang biada digunakan adalah aluminium foil. Aluminium foil untuk makanan seringkali ditemukan dalam beberapa jenis makanan, misalnya olahan pasta dan daging. Apakah penggunaan alumunium foil untuk makanan ini dinilai aman?

Beberapa jenis makanan yang dipanggang kadang menggunakan aluminium foil untuk kemasan pembungkusnya. Aluminium foil untuk makanan ini menjadi pilihan dalam pembungkusan makanan yang akan dibakar atau dipanggang karena bisa menahan panas lebih maksimal. Sehingga makanan akan lebih cepat matang hingga ke dalam. Selain itu, penggunaan alumunium foil untuk kemasan makanan juga bisa berguna untuk menjaga makanan tetap hangat. 

Jika melihat di masyarakat umum, jenis kemasan makanan satu ini memang banyak diminati oleh banyak kalangan. Ternyata, di balik fungsi kemasan aluminium foil untuk makanan ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh dibungkus dengan kemasan satu ini lho.

Mengapa Makanan Tetap Hangat dengan Kemasan Alumunium Foil

Jenis kemasan aluminium foil merupakan salah satu kemasan dengan bahan baku kertas aluminium. Aluminium sendiri masuk ke dalam klasifikasi golongan logam. Sifat dari aluminium adalah bisa memantulkan, hal ini berguna untuk menahan cahaya, panas, dan oksigen di dalam wadah. Hal ini membuat energi panas yang ada di dalam makanan tidak akan dilepaskan dengan cepat. Energi panas ini akan dipatulkan kembali ke dalam makanan. Dengan menggunakan aluminium foil, maka kelembapan, rasa, dan suhu makanan akan lebih stabil.

Perlu untuk diperhatikan penggunaan aluminium untuk makanan ini di mana makanan seharusnya tidak langsung menempel dengan kertas yang digunakan. Alasannya adalah energi panas di dalam makanan tidak akan cepat hilang jika ada ruang antara makanan dan aluminium foil. Salah satu cara penggunaannya adalah dengan menggunakan aluminium foil untuk penutup kemasan makanan di pinggiran wadah kaca yang digunakan untuk memanggang makanan.

Aturan Pemanggangan Aluminium Foil untuk Makanan

Aturan Pemanggangan Aluminium Foil untuk Makanan
Gambar oleh Hans Braxmeier dari Pixabay

Penggunaan aluminium foil untuk makanan yang akan dipanaskan atau dipanggang memiliki aturan tertentu. Jika kamu akan memanggang makanan atau memanaskan makanan dengan dibungkug langsung dan dimasukkan ke microwave, pastinya tidak disarankan. Microwave dan aluminium foil untuk makanan tidak cocok sehingga ketika ini digunakan, bia membuat makanan kurang matang dan merusak microwave akibat gelombang elektromagnetik di dalamnya. Maka. Perhatikan dengan seksama penggunaan dan aturan ini agar microwave tidak rusak.

Menyimpan Makanan dengan Microwave

Penggunaan aluminium sebagai wadah  memasak, terkadang juga dipakai untuk membungkus sisa makanan dan menyimpannya. Meski dapat menghangatkan makanan, namun apabila hendak menyimpan makanan sebaiknya menggunakan wadah kedap udara. Pasalnya, jika masih ada udara, makanan yang akan disimpan berisiko terpapar bakteri. Ini karena bakteri membutuhkan udara untuk tumbuh. Aluminium foil tidak dapat ditutup rapat, yang dapat menjadi wadah untuk sisa makanan. Apalagi jika makanan dalam kemasan adalah olahan daging atau produk olahan susu, bakteri mudah berkembang biak sini. Oleh karena itu, untuk menyimpan makanan, sebaiknya gunakan wadah tertutup.

Penggunaan aluminium untuk makanan sebagai pembungkus ini masih bisa dilakukan untuk makanan yang disimpan di dalam kulkas atau freezer. Makanan yang dibungkus dengan menggunakan aluminium foil ini berguna untuk mencegah aroma tidak sedap menyebar ke seluruh kulkas. Sehingga, sebelum dimasukkan ke wadah, bisa ditambahkan kemasan pembungkus kemasan aluminium foil. Juga jangan sampai meninggalkan makanan di luar suhu ruangan lebih dari 2 jam agar bakteri tidak langsung tumbuh di sini.

Baca juga: Contoh Kemasan Dari Kertas

Makanan yang Tidak Boleh Menggunakan Kemasan Alumunium Foil

Meski memiliki fungsi yang beragam, ternyata penggunaan aluminium foil untuk makanan ini tidak boleh sembarangan lho. Jika sembarangan, bisa menyebabkan hilangnya nutrisi di dalam makanan atau menyebabkan kontaminasi. Aluminium foil tidak disarankan untuk membungkus makanan dengan kandungan asam. Beberapa makanan dengan kandungan ini misalnya adalah saus, jeruk nipis dan olahannya, hingga makanan yang mengandung cuka.

Makanan yang mengandung kandungan tersebut bisa membuat aluminium foil menjadi berlubang. Tentu saja hal ini diakibatkan karena reaksi kimia yang terjadi. Kertas partikel aluminium foil ini akan larut ke dalam makanan sehingga membuat makanan menjadi terkontaminasi.

Aluminium foil ini termasuk ke dalam bagian logam aktif. Sehingga ketika bereaksi dengan asam membuat makanan tersebut menjadi bintik-bintik putih. Ini disebabkan karena adanya garam yang tebentuk dari pertemuan aluminium dan asam. Juga tentunya akan menyebabkan makanan menjadi rasa logam, dari adanya pelarutan partikel aluminium foil. 

Lalu, bagaimana jika akan menggunakan aluminium foil untuk kebutuhan memanggang makanan? Beberapa jenis makanan seperti lasagna mengandung saos tomat. Jika akan memanggangnya menggunakan aluminium foil, akan lebih baik jika melapisinya terlebih dahulu dengan kertas roti. Tujuannya agar saos tomat tidak langsung terkena dengan lapisan aluminium foil ini. 

Kemasan Alumunium Foil untuk Makanan Kering

Penggunaan aluminium foil yang cukup aman bisa juga digunakan untuk kemasan makanan kering. Aluminium foil untuk makanan kering ini menjadi salah satu pilihan yang tepat. Beberapa jenis kemasan menggunakan campuran aluminium foil karena sifatnya yang lebih kokoh. Dalam beberapa hal, misalnya penggunaan aluminium foil ini digunakan menjadi kemasan standing pouch. Dengan menggunakan aluminium, bahan ini akan lebih kokoh.

Baca juga: Contoh Kemasan Kaleng

Penggunaan aluminium foil untuk mengemas biskuit juga bisa dilakukan jika ingin menjaga makanan tetap renyah. Meski demikian, tetap bisa menyebabkan makanan mudah hancur. Sehingga, ketika akan mengemas makanan dengan kemasan aluminium foil harus tetap diberi wadah agar makanan tidak mudah hancur.

Kemasan aluminium foil untuk makanan juga bisa dibentuk menjadi semacam mangkok atau tray. Beberapa contoh penggunaannya adalah bisa dilihat dalam kemasan berbagai makanan cepat saji. Beberapa makanan ini dikemas dengan menggunakan aluminium foil karena membuatnya tetap hangat dan bisa dipanaskan kembali. Bahan ini juga tetap kedap air meski berbentuk kertas tebal. Maka, tak heran jika penggunaannya sangat banyak dipilih.

Sebelum menggunakan aluminium foil untuk makanan, pastikan makanan tersebut memang cocok untuk ditaruh di wadah tersebut. Jangan memanaskan makanan dengan suhu yang terlalu tinggi dengan menggunakan aluminium foil. Meski banyak yang sudah menerapkannya, jika akan memanggang atau memanaskan makan dengan menggunakan microwave lebih baik menggunakan wadah dari keramik atau kaca saja. Penggunaan microwave ini memiliki suhu yang sangat panas sehingga bisa menyebabkan partikel di dalam aluminium foil larut ke dalam makanan.

Penggunaan aluminium foil untuk makanan dengan kadar yang pas pastinya akan lebih aman dan berguna. Sehingga, sebelum menggunakannya bisa langsung mempelajari karakteristik bahan ini. Jangan sembarangan untuk menggunakan berbagai kemasan makanan agar makanan tetap layak untuk dimakan dan selalu aman.

You May Also Like

Bisnis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Politik

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Politik

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa.

Bisnis

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.